Skip to main content

Wawancara Eksklusif with Ajie Fabregas, Tema: Semua Tentang Triology Music Project

Triology Music merupakan salah satu project musik yang 'beda' dari project-project musik lainnya. Project yang digawangi oleh musisi sekaligus novelis -- Ajie Fabregas ini berisi 4 buah lagu dengan judul yang cukup unik -- yakni berupa singkatan. Tentu hal ini merupakan sesuatu yang baru di dunia musik Indonesia -- di luar keunikan lainnya yang akan segera dijelaskan oleh sang musisi.

Bicara soal Triology Music, Ajie Fabregas kemudian menceritakan banyak hal tentang project musik tersebut. Yuk kita simak petikan wawancara Selebshop.com dengan Ajie Fabregas berikut ini!


wawancara ajie fabregas semua tentang project triology music
Ajie Fabregas


Selebshop.com - Tema: "Semua Tentang Triology Music Project" - Oktober 2016


Berikut ini ada beberapa pertanyaan untuk Ajie Fabregas:


Hallo Ajie, apa kabar?

Alhamdulillah, sangat baik.


Langsung aja nih, bisa kamu jelaskan secara singkat mengenai Triology Music Project?

Tidak seperti project music lainnya yang berbentuk band, Triology Music ini sifatnya adalah project yang terdiri dari 3 personil -- namun bukan band. Di sini hanya ada 1 penyanyi, sedangkan 2 lainnya berada di 'balik layar'.

Adapun 3 anggota yang terlibat di project Triology Music terdiri dari:

- Singer bernama Dhini, 
- Pencipta lagunya saya sendiri, dan 
- Manager bernama Imam Nino.


Ada berapa buah lagu dalam project tersebut? Trus apa saja judulnya?

Project Triology Music merupakan project mini album dengan total 4 buah lagu. Judul-judul lagunya sangat unik, inovatif dan beda dari project musik lainnya.

Berikut ini 4 judul lagu di project Triology Music, antara lain:

1. BISA (Bahagia Itu Seperti Apa)
2. JIKA (Jalinan Indah Kau dan Aku)
3. SATU (Semua Angan Tercipta Untukmu)
4. HATI (Haruskah Aku Terima Ini).


Apa genre dari Triology Music Project? Trus kenapa memilih genre tersebut?

Kami memilih genre yang mengandalkan nada-nada minor -- namun tak seperti lagu-lagu Melly Goeslaw yang terlalu minor.

Adapun genre dari lagu-lagu Triology Music kami namakan i-Pop (Indonesian Pop). Jadi semacam identitas bagi musik Indonesia, seperti halnya K-Pop di Korea Selatan, dan J-Pop di Jepang.

Kenapa kami memilih genre yang agak minor?

Jawabannya, karena kami berharap lagu-lagu di Triology Music bisa menjadi soundtrack film ataupun sinetron. Saat ini tren lagu-lagu OST (Original Soundtrack) tampaknya lebih mengarah ke lagu-lagu bernada minor. Sebagai contoh, silahkan kamu dengarkan lagu OST sinetron-sinetron seperti Cinta yang Tertukar, Anugerah Cinta, Nacita, Anak Jalanan, dan lain sebagainya.


Bagaimana caranya agar teman-teman bisa mendengarkan lagu-lagu dari Triology Music?

Silahkan dengarkan lagu-lagu kami di >> Reverbnation.com/triology4


Apa rencana ke depan setelah Triology Music Project diluncurkan?

Promosi dan terus promosi. Apalah artinya launching kalau tak ada promosi.

Kalau promosi kami sudah berada di 'titik maksimal', maka kami akan rekaman single terbaru. Saat ini ada lebih dari 10 lagu yang kami siapkan, namun belum di take record.


Terakhir, apa yang ingin dicapai Triology Music untuk 10 tahun ke depan?

Pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab. Bagi kami target yang dicapai lebih kepada berkesinambungan dan tahap demi tahap. Namun, apabila dijawab secara 'retorika', maka 10 tahun ke depan Triology Project akan 'melebarkan sayap' ke dunia manajemen artis, memiliki channel Youtube atau mungkin stasiun TV sendiri, dan media online sendiri. Serta (mungkin) memiliki teater sendiri seperti JKT 48. Mungkin.



***


Itulah dia wawancara eksklusif with Ajie Fabregas yang menjelaskan panjang lebar seputar Triology Music Project. Bagi kamu yang berkenan, silahkan dengarkan lagu-lagunya -- kemudian share ke teman-teman kamu.

Ayo, dukung terus kemajuan musik Indonesia! (af)


Baca Juga
> Jual eBook bisnis online kekinian Rp25.000, bisa bayar via pulsa [LIHAT]