Skip to main content


[CERBUNG] D2C: Harta Karun Yang Tak Terlihat (Eps. 1)

1. NINO DAN JONO



   Angin sepoi di siang itu membuat si Jono tertidur lelap. Anak bertubuh jangkung itu bahkan mendengkur layaknya orang dewasa. Sementara si Nino tengah asyik dengan pikirannya sendiri. Saat ini matanya terfokus ke secarik kertas bertuliskan kalimat-kalimat yang aneh.

   Berlayar di dunia yang luas namun tak bisa dirasakan
 Harta karun yang sangat berlimpah namun sulit untuk didapatkan
 Dengan kerja keras yang gigih akhirnya semua bisa dikumpulkan
 Namun wujudnya tak bisa dilihat dan dirasakan
 Bagi yang menginginkan, petunjuknya sebagai berikut:
 1. Surat yang sering ku kirimkan namun tak bisa dipegang
 2. Hanya bisa dilihat apabila pergi ke tempat pertama aku bertemu dengan orang yang ku cintai

   Tak lama kemudian, Jono pun terbangun dari tidurnya. Dia menggeliat sambil menguap.
  "Hoaamm... Jam berapa sekarang?" Tanya Jono sambil mengucek-ngucek matanya.
 Tak ada jawaban dari orang yang ditanyai Jono. Rupanya sahabatnya itu terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia tak peduli lagi dengan seseorang yang berbicara di sampingnya.
Jono pun kemudian mendekati Nino. Dia bersandar di dinding dan berada di samping Nino.

  "Teka-teki itu lagi, ya?" Tanya Jono seraya mengamati secarik kertas yang dipegang oleh Nino. Secarik kertas bertuliskan kalimat-kalimat aneh yang sukar dimengerti.

   "Yeah, begitulah," jawab Nino singkat. Matanya masih mengamati kertas itu dengan serius.
 Jono pun menghela nafas panjang. "Tapi hebat sekali kau -- bisa lolos dari tes itu. Lagipula cuma ada 3 orang yang dinyatakan lolos. Kalau aku mungkin udah nyerah duluan kalau disuruh berfikir dan menjawab soal, hehehe.."
   
  "Ha ha.. Biasa saja," gumam Nino dengan santai. "Yang pasti kita harus memecahkan teka-teki ini secepatnya!" Sambungnya seraya tetap fokus kepada secarik kertas di tangannya.

   Saat ini kedua bocah itu tengah bersantai di markas mereka. Keduanya berusaha memecahkan teka-teki besar -- teka-teki tentang 'Harta Karun Yang Tak Terlihat'.

  Sementara itu, di luar sana, ada seseorang yang sepertinya tengah mengawasi mereka...


***


Dua Detektif Cilik (D2C)

   Jono dan Nino adalah dua bocah kelas VII-A SMPN 8 Banjarmasin yang membentuk sebuah grup detektif cilik bernama D2C. Ini semua berawal dari kemampuan Nino yang sangat luar biasa dalam hal menganalisa sesuatu. Bisa dibilang bocah itu adalah 'bocah ajaib' yang memiliki IQ yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil tes, IQ Nino hampir sama dengan seorang Bill Gates. WOW!

   Selain kemampuan yang fantastis, Nino juga memiliki kecintaan akan dunia detektif -- atau bisa dibilang maniak detektif. Mungkin hal itu disebabkan karena hobinya membaca buku-buku detektif seperti Trio Detektif, Sherlock Holmes maupun Hercule Poirot. Dia seakan menganggap dirinya tak kalah dari ketiga detektif dari luar negeri itu. Dia benar-benar terobsesi.

   Bagaimana dengan rekannya si Nino – yaitu si Jono?

   Jono ini bisa dibilang sangat bertolak belakang dengan si Nino. Bocah bertubuh jangkung ini adalah tipikal anak yang malas berfikir. Bahkan nilai pelajarannya di sekolah banyak yang anjlok. Hanya satu mata pelajaran yang nilainya lumayan dari yang lain, yaitu Olahraga. Dan dia memang berbakat di bidang itu. Bisa dibilang kalau urusan yang membutuhkan fisik dan aksi, si Jono lebih unggul dari si Nino. Dan keduanya saling melengkapi dalam setiap penyelidikan yang mereka lakukan.

   Perlu diketahui, grup D2C merupakan grup rahasia yang tak diketahui oleh seorang pun -- kecuali briptu Eko yang notabene adalah pamannya si Jono. Nah, briptu Eko ini satu-satunya yang mengetahui kemampuan hebat dari D2C. Dan beliau lah yang biasanya meminta bantuan kepada keduanya – dalam memecahkan kasus yang dihadapinya (di kepolisian). Sudah beberapa kasus dari briptu Eko yang berhasil dipecahkan oleh kedua bocah itu. Sungguh luar biasa!


Markas D2C

   Untuk markas, grup detektif ini memiliki tempat yang sangat unik untuk dijadikan tempat mereka dalam mendiskusikan kasus. Markas mereka berada di sebuah rumah pohon yang dibuat sendiri oleh mereka berdua. Markas yang sangat kreatif dan inovatif!
   
   Tinggi pohon tempat markas mereka berada itu sekitar 5 meter. Untuk naik ke atas rumah pohon itu disediakan tangga tali dan beberapa buah balok kayu yang terikat di sisi tali -- mengingatkan kita seperti tali-temali yang biasa digunakan di pramuka. Ketika mereka berada di markas itu, maka tangganya akan mereka tarik ke atas -- agar tak ada orang lain yang bisa menaiki pohon itu.
  
  Luas ruangan di rumah pohon itu adalah sekitar 4x4 meter – disertai beranda kecil di depannya. Rumah pohon itu juga memiliki atap yang tertutupi oleh lebatnya daun dari pohon tersebut. Sementara di tengah-tengah ruangan terdapat batang pohon yang menjadi pondasi rumah mungil itu.

 Perlu diketahui, rumah pohon tersebut memiliki semacam jalur evakuasi. Konsepnya seperti permainan flying fox -- yaitu tali yang terikat dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah. Nah, seperti itu juga jalur evakuasi dari markas detektif cilik ini. Mereka mengikat tali di atas pohon tempat mereka bermarkas. Tali tersebut dibentang sejauh 100 meter dan diikat ke pohon lain yang lebih rendah. Tujuan dibuatnya jalur evakuasi ini adalah buat berjaga-jaga jikalau ada orang jahat yang menghadang ataupun mengepung mereka di sana. Jadinya Jono dan Nino tinggal meluncur menggunakan tali itu sehingga mereka bisa -- paling tidak menjauh sampai dengan 100 meter dari kepungan orang-orang jahat itu. Sungguh trik melarikan diri yang sangat kreatif sekali.

   Apakah markas D2C ini diketahui orang lain?

  Sejauh ini yang tau keberadaan markas rahasia itu hanyalah briptu Eko -- yang memang sering berkunjung. Lagipula markas itu terletak di daerah yang penuh dengan pepohonan dan semak-semak yang lebat dan tinggi. Markas mereka akan tersembunyi berkat rimbunnya pepohonan tersebut. Lagipula, kawasan tanah yang lumayan luas itu adalah milik keluarga besar Jono. Bisa dibilang jarang dilalui oleh orang banyak.



Peralatan D2C

   Di dalam markas D2C -- yaitu rumah pohon, terdapat berbagai fasilitas layaknya di rumah sendiri. Di dalam ruangan berukuran 4x4 itu terdapat karpet di, TV, lampu, sebuah lemari, dan meja bundar tempat kedua detektif berdiskusi. Selain itu ada pula kasur lipat untuk tidur -- karena kedua bocah itu sering bermalam di markas mereka itu. Bagi mereka, markas itu sangat nyaman dan sejuk untuk ditempati. Dan pastinya senyaman berada di rumah sendiri.

   Peralatan lain yang dimiliki oleh D2C adalah walkie-talkie untuk berkomunikasi, teropong untuk mengawasi dari jauh, serta tongkat baseball buat berjaga-jaga jikalau ada orang dewasa yang mau menyerang mereka. Kedua benda itu tersimpan aman di dalam lemari – beserta peta, buku-buku, surat kabar dan lain sebagainya.

   Kendaraan yang biasa digunakan kedua bocah dalam beraksi adalah -- dua buah sepeda BMX berukuran sedang. Khusus untuk sepeda BMX ini tidak tersimpan di rumah pohon -- melainkan di garasi rumah si Jono.


Kasus Yang Dihadapi Saat ini

   Kasus yang dihadapi oleh D2C saat ini adalah lebih tepatnya disebut dengan sayembara. Semua ini berawal dari kematian seorang Milliuner bernama Pak Hendro. Beliau tidak memiliki keturunan dan istri beliau sudah meninggal. Alhasil, satu-satunya ahli waris yang berhak atas harta beliau adalah adik satu-satunya yang bernama Pak Anton. Namun, berdasarkan surat wasiat dari Pak Hendro, dia ternyata memiliki ‘harta lain’ yang tak diketahui oleh siapapun. Dalam surat wasiatnya, Pak Hendro menyuruh Pak Anton agar mengumumkan sebuah sayembara. Sayembara itu berisi tentang -- barang siapa yang berhasil memecahkan sebuah teka-teki darinya, maka orang itu berhak atas harta warisan tersebut. Kebetulan teka-teki itu merupakan 'jalan' untuk menemukan di mana letak harta warisan itu. Jadi, harta itu bukanlah harta warisan -- melainkan sebuah harta karun. Dan memang betul –  judul dari sayembara ini adalah 'Harta Karun Yang Tak Terlihat'.

   Berdasarkan surat wasiat darimendiang Pak Hendro, yang boleh mengikuti sayembara itu adalah mereka yang berhasil lolos dari berbagai tes yang rumit, seperti tes IQ, Psikotes, dan matematika.

   Ada sekiranya ribuan orang yang ikut dalam tes tersebut. Namun yang berhasil lolos dan berhak menjadi peserta sayembara hanya ada 3 orang. Mereka adalah:
1. Sisca, 23 tahun. Dia adalah seorang mahasiswi S2 Jurusan Hukum
2. Ardi, 24 tahun. Dia adalah seorang atlet catur terbaik di kota Banjarmasin
3. Nino, 12 tahun. Dia adalah anak kecil yang baru menginjak kelas VII SMP.
  
   Ketiga orang itu berhak untuk mendapatkan secarik kertas berisi kalimat dari teka-teki yang menunjukkan keberadaan harta karun itu. Teka-teki tersebut ditulis sendiri oleh Pak Hendro sebelum dia meninggal. Teka-teki maha sulit yang hadiahnya akan diperebutkan oleh ketiga orang itu.
   
   Jadi, siapakah yang akan memenangkan sayembara itu? Apakah seorang mahasiswi hukum? Ataukah seorang atlet catur? Atau mungkin seorang anak ingusan?

(To be continued...)

Lihat bab lainnya di: D2C1


***


Author: A F
Profesi: Internet marketer, penulis dan pencipta lagu
Dengarkan lagu ciptaannya di: 
www.reverbnation.com/triology4
www.reverbnation.com/ajiesongcollection
KUTIPAN FAVORIT:
"Enjoy Aja!"

CAUTION!

- DILARANG KERAS MENIRU, MENJIPLAK DAN MENGKOPI IDE MAUPUN ISI DARI TULISAN DI ATAS. KARENA ITU MERUPAKAN PELANGGARAN UNDANG-UNDANG HAK CIPTA.
- APABILA DITEMUKAN PELANGGARAN HAK CIPTA/PLAGIAT, MAKA AKAN BERHADAPAN LANGSUNG DENGAN HUKUM DI REPUBLIK INDONESIA!

Baca Juga