Skip to main content

[Opini] "Membiarkan LGBT Berkembang, Sama Saja Dengan Membiarkan Kepunahan Manusia"

Miris! Itulah satu kata yang membuat saya ingin menuliskan sesuatu yang mungkin bisa menjadi bahan renungan dan referensi bagi mereka yang koar-koar untuk membela dan mendukung pernikahan sesama jenis yang dilakukan oleh kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Padahal sudah jelas, apa yang dilakukan oleh kaum LGBT sama saja dengan menciptakan "kepunahan" bagi umat manusia.

Mengapa bisa demikian?


jangan biarkan lgbt berkembang bisa menyebabkan kepunahan
©Ilustrasi dari Pixabay


Pada dasarnya, Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, agar bisa menciptakan keturunan -- guna melestarikan keberadaan manusia sebagai makhluk paling mulia di dunia ini. Sedangkan apa yang dilakukan oleh kaum LGBT -- dalam hal ini pernikahan sejenis -- mana mungkin mereka bisa menghasilkan keturunan?

Bayangkan saja, kalau beratus-ratus atau beribu-ribu tahun kemudian, semua manusia melakukan pernikahan sesama jenis! Maka yang terjadi adalah KEPUNAHAN! Ya, KEPUNAHAN -- yang artinya tak ada lagi manusia di dunia ini, sebagai akibat pernikahan yang tidak menghasilkan keturunan, lantaran kebablasan yang di luar nalar.

Apakah ini yang diinginkan oleh mereka yang koar-koar membela pernikahan sejenis?

Kalau kita mengingat sejarah, yaitu azab yang menimpa kaum Nabi Luth di kota Sodom dan Gomora. Waktu itu, penyimpangan seksual terjadi di mana-mana -- dan Nabi Luth tak mampu memberikan pencerahan kepada mereka. Alhasil, Nabi Luth pun memohon kepada Tuhan agar diberikan azab kepada mereka yang melakukan hubungan sesama jenis. Dan Tuhan pun mengutus 3 malaikat yang menyamar sebagai manusia, dan memberikan azab kepada semua kaum Nabi Luth yang menyimpang. Yang selamat, hanya Nabi Luth, kedua puterinya dan beberapa pengikutnya saja. Bahkan istri Nabi Luth juga tak luput dari azab, lantaran menjadi pengkhianat alias 'musuh dalam selimut'.

Apakah kejadian tersebut tak bisa dijadikan pelajaran di masa kini?

Sebaliknya, saya justru menilai kalau jaman sekarang jauh lebih parah ketimbang di jaman Nabi Luth. Jaman dulu, hal itu terjadi hanya di beberapa kota saja. Sekarang, hampir di setiap negara memiliki para penyuka sesama jenis ini, bahkan ada beberapa negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Benar-benar bikin hati miris!

Apa jadinya -- kalau pernikahan sesama jenis ini menjadi budaya dan kebiasaan di masa yang akan datang. Kasian anak cucu kita, mereka mungkin bisa terpengaruh dengan propaganda dan pengaruh negatif dari komunitas yang ingin 'memajukan' keberadaan penyuka sesama jenis ini.

Jujur, hal ini benar-benar sangat menakutkan! Dan bukan tidak mungkin kalau kepunahan bakal benar-benar terjadi -- bisa dari banyaknya pernikahan sejenis yang tak menghasilkan keturunan, atau mungkin dari azab Tuhan yang murka atas perilaku makhluk CiptaanNya yang sudah melanggar perintahNya.

Saya menghimbau, agar jangan sampai hal ini berkembang terlalu jauh. Di mohon agar kita semakin mendekatkan diri kepadaNya, perbanyak mendengar tausiyah keagamaan dan hindari propaganda dari kaum-kaum yang sudah menyimpang dari yang seharusnya.

Bagi para penyuka sesama jenis, saya himbau agar segeralah untuk bertobat. Kembalilah ke jalan yang benar, belajar-lah menjadi pria yang tulen atau wanita yang tulen dan hilangkanlah hasrat untuk menyukai sesama jenis secara perlahan namun pasti. Ingat, hidup kita hanya sementara, alangkah baiknya agar kita menjauhi apa yang dilarang olehNya. Seandainya tetap keukeuh untuk melanggar perintahNya, maka jangan heran kalau Dia akan menurunkan azab yang pedih yang membuat anda 'terlambat' untuk bertobat.

Wahai negara-negara adidaya, janganlah kalian merusak generasi kita dengan mengatasnamakan HAM, diskriminasi dan demokrasi. Karena perilaku yang menyimpang ini seharusnya diperbaiki, bukan didukung dan dilestarikan. Ayo, SADARLAH! Hidup hanya sementara, dan Tuhan bisa saja menurunkan azabNya kepada mereka yang melanggar perintahNya.

Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan bagi mereka yang sudah menyimpang dari yang seharusnya. Amiin...


(By: Fahrurr Aji)

Baca Juga