Skip to main content

Pasca ditegur KPI, Sinetron Anak Jalanan Semakin Edukatif

Sinetron terpopuler saat ini, yaitu Anak Jalanan RCTI sudah 2 kali ditegur KPI. Hal itu disebabkan karena tayangannya yang dinilai kurang mendidik dan mengandung unsur kekerasan.

Namun belakangan, pasca ditegur KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) -- sinetron Anak Jalanan justru semakin menambah pesan-pesan edukatif dan mengurangi tontonan-tontonan negatif di dalamnya.

Seperti apakah bentuknya?


pasca ditegur kpi sinetron anak jalanan semakin edukatif
©Instagram/Anggaptrh


Kalau kita amati dengan seksama, sinetron Anak Jalanan yang awalnya lebih banyak adegan kebut-kebutan, freestyle motor dan berkelahi -- akhir-akhir ini justru mengurangi tayangan-tayangan sejenis itu. Entah karena teguran KPI atau karena alasan apa, yang pasti hal ini menjadi sinyal positif bagi penikmat sinetron tersebut.

Berstatus sebagai sinetron fenomenal yang posisinya tidak tergoyahkan di peringkat 1 rating acara TV Indonesia, sinetron Anak Jalanan kini sedikit demi sedikit mengubah konsep cerita -- agar lebih positif dan mengandung pesan-pesan edukatif.

Setelah sebelumnya sering menunjukkan hal-hal positif seperti tokoh utamanya yang rajin shalat, kemudian nasihat-nasihat positif dari tokoh-tokoh di dalamnya -- kini sinetron produksi Sinemart itu kian menambah konten edukatif mereka.

Di episode terbaru sinetron Anak Jalanan hari Rabu (24/2), setidaknya ada 3 pesan positif yang ditangkap admin pada penayangan episode tersebut, antara lain:


1. Menaati rambu lalu lintas dan tidak kebut-kebutan
Waktu itu Boy (Stefan William) dan teman-temannya sedang menuju ke sekolah dengan motor mereka. Mereka terlihat memacu motor dengan santai. Ketika ada lampu merah, mereka berhenti dan tidak melanggarnya. Di sana juga terlihat ada polisi lalu-lintas yang mengatur jalanan, yang memberikan pesan bahwa lalu-lintas itu memiliki aturan dan aparat yang mengawasinya

2. Geng motor yang jahat dan ugal-ugalan akan ditindak secara hukum
Hal ini berkenaan dengan tindakan sepupu Mondy (Immanuel Hito) yang selalu berbuat onar. Akibatnya, dia pun harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya dan harus merasakan panasnya di balik jeruji besi. Selain itu, para anggota geng Anak Jalanan akan melaporkan semua tindakan anarkis geng-geng motor seperti Black Cobra. Ini memberikan pesan -- bahwa siapa saja yang berbuat onar, akan ditindak tegas secara hukum.

3. Tidak boleh berpacaran ketika di dalam kelas
Poin terakhir ini ada adegan di mana para pemeran utama sinetron Anak Jalanan seperti Boy, Reva, Haykal, Iyan, Melly, Raya, Cindy dan Megan yang waktu itu baru masuk ke dalam kelas. Awalnya Iyan dan Melly yang memang berpacaran duduk berdampingan di bangku di dalam kelas. Namun hal itu langsung ditegur oleh Boy, agar mereka duduk berjauhan.
'Ini tempat belajar, bukan tempat pacaran,' nasehat Boy kepada iyan dan Melly. Mereka pun menuruti nasehat tersebut.

Apa yang dilakukan oleh pihak Sinemart ini tentunya menjadi jawaban bagi teguran KPI yang semakin massiv. Mereka berharap agar pemirsa bisa memilah-milah -- yang mana yang positif dan yang mana yang negatif. Ambil positifnya, buang negatifnya.

Selain itu, sisi negatif juga merupakan salah satu paket di sinetron tersebut -- yang bisa dijadikan bahan pelajaran -- bahwa yang jahat pasti akan dihukum.

Semoga sinetron Anak Jalanan tetap konsisten dengan konten-konten edukatif mereka. Dan semoga semua ini juga diterapkan pada acara-acara TV lainnya yang ditayangkan di Indonesia. Semoga saja! (af)

Baca Juga