--> Skip to main content


3 Kebahagiaan Menjadi Seorang Jomblo

Apakah menjadi jomblo itu musibah? Atau momok? Atau sesuatu yang menyedihkan?

Anggapan-anggapan seperti itu sesungguhnya sudah sangat 'dangkal', mengingat tujuan hidup tidak semata untuk cinta. Banyak sekali hal-hal yang bisa 'didahulukan' sebelum cinta. Jangan sampai kita terdoktrin dengan imej bahwa 'menikah' berarti sukses. Padahal, banyak yang tidak bahagia meski sudah menikah, lantaran berbagai masalah, seperti finansial, ketidakmatangan sifat, ketidakpercayaan pada pasangan dan lain sebagainya.

Seyogyanya, sebelum memutuskan untuk mencintai dan dicintai -- kita harus 'memantaskan' diri dalam segala hal, seperti finansial, kepribadian, penampilan, kedewasaan dan lain sebagainya. Tujuannya, agar cinta yang kita bangun bisa 'berkualitas' dan jauh dari kata 'huru-hara' apalagi perpisahan.

Well, kata-kata di atas hanya sekedar 'prolog' yang mewakili perasaan jomblowan dan jomblowati yang mungkin merasa 'risih' ketika teman-temannya sudah memiliki pasangan. Mereka yang sudah memiliki kekasih, terkadang juga menganggap para jomblowan dan jomblowati bagaikan orang yang payah, tak laku, menyedihkan dan lain sebagainya. Padahal, dibalik 'kejomblowan' itu ada perasaan bahagia yang tak bisa dirasakan oleh mereka yang sudah punya pasangan.

Apa saja kebahagiaan yang dimaksud?



kebahagiaan menjadi seorang jomblo
Ilustrasi dari Pixabay


Langsung saja, berikut ini 3 kebahagiaan yang dirasakan para jomblo versi Selebshop.com, diantaranya:


1. Bebas ke mana saja, dengan siapa saja

Sumber kebahagiaan selain cinta adalah kebebasan. Ketika kamu jomblo, setidaknya kamu bebas melakukan apa saja, dengan siapa saja -- alias tak ada yang mengekang, apalagi cemburu. Kamu bebas nonton bioskop, tamasya, kemping, memancing, jalan-jalan dengan siapa saja -- tanpa ada 'intimidasi' dari orang lain yang merasa 'memiliki' dirimu.



2. Leluasa dalam membangun karir / bisnis

Bagi mereka yang memiliki visi untuk masa depan yang lebih baik, tentunya segala waktu, tenaga, pikiran, fokus dan uang akan dicurahkan untuk karir ataupun bisnis. Dengan situasi seperti ini, maka usaha untuk mencapai cita-citamu akan lebih maksimal.

Bayangkan jika kamu memiliki 'seseorang' yang ingin selalu diperhatikan, minta kabari setiap saat, ingin mengajak nonton dan shopping tiap hari, melarang kamu begadang ketika mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. Bukankah itu sedikit banyak akan menguras energi dan finansialmu?


3. Lebih banyak waktu untuk orang tua

Ketika kita masih kecil, orang tua selalu ada untuk kita. Ketika kita sudah dewasa dan memiliki pacar, maka waktu kita selalu ada untuk pacar.

Bukankah itu terasa sangat janggal?

Ketika kita memiliki orang spesial di hati kita, maka orang tua akan dinomorduakan. Bukannya disengaja, tapi itu adalah faktor alamiah dari yang namanya cinta. Cinta itu 'buta', sehingga membuat kita secara tak sadar akan lebih perhatian, sayang dan kangen kepada pacar ketimbang kepada orang tua.

Seyogyanya, bahagiakan lah orang tuamu ketika ia masih hidup. Jangan sampai cinta membutakanmu, sehingga membuatmu 'jaga jarak' dengan ayah dan ibumu.

Bagi para jomblo, hal seperti ini tentunya tak jadi soal. Ketika tak ada kekasih, maka dia leluasa untuk membahagiakan orang tuanya. Setidaknya dia bisa nabung untuk membelikan sesuatu untuk orang tua, atau mungkin untuk memberangkatkan umroh?

Yang pasti, tanpa kekasih -- seseorang akan lebih dekat dengan orang tua, memiliki lebih banyak waktu bersama dan bisa lebih perhatian kepada orang tua.



Sudah tahu kan, bagaimana kebahagiaan sesungguhnya kalau kamu seorang jomblo?

Jadi jangan pernah merasa minder, galau, baper, apalagi sedih. Sesungguhnya terlalu sayang membuang-buang waktumu untuk hal-hal seperti itu. Lebih baik manfaatkan waktu yang berharga ini untuk melakukan sesuatu yang produktif dan bermanfaat, agar ke depannya bisa menemukan cinta yang berkualitas dan tak lekang oleh waktu.

Sekian dahulu ulasan dari kami mengenai 3 kebahagiaan menjadi seorang jomblo, yang mungkin cocok untuk kamu yang sekarang masih jomblo. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk bahagia!
Baca Juga