--> Skip to main content


Sejarah dan Arti Sesungguhnya Dari Malam Nuzulul Quran (17 Ramadhan)

Bulan Ramadhan sudah melewati fase pertengahan. Tentunya ada 1 momen yang mengingatkan kita pada sejarah Islam di masa lalu. Momen tersebut bertepatan dengan malam 17 Ramadhan -- atau yang biasa dikenal dengan malam Nuzulul Quran (turunnya Al Quran).

Lantas, seperti apakah sejarah dan arti sesungguhnya dari malam Nuzulul Quran (17 Ramadhan) itu?


sejarah dari malam nuzulul quran 17 ramadhan
Al Quran


Bagi umat Islam, Al Quran merupakan pedoman dan tuntunan hidup yang berasal dari Allah SWT yang turun perlahan-lahan sejak 17 Ramadhan. Kitab suci umat Islam tersebut merupakan mukzijat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi mulzijat paling hebat diantara mukzijat-mukjizat lain yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi dan Rasul lainnya.


Sejarah Turunnya Al Quran

Tepat pada 14 abad silam, salah satu sejarah umat Islam terjadi. Sejarah yang dimaksud adalah awal mula Alquran diturunkan oleh sang pencipta, Allah SWT -- melalui perantara Malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Sejarah tersebut diberi nama Nuzulul Quran, dan diperingati pada tanggal 17 Ramadhan setiap tahunnya.

Dilihat dari segi harfiah, Nuzulul Quran diartikan sebagai istilah yang merujuk pada peristiwa penting terkait turunnya wahyu Allah SWT pertama kepada nabi an rasul yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Wahyu tersebut pertama kali diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada Nuzulul Quran, berupa surah al-Alaq ayat 1 sampai 5. Hal tersebut terjadi pada saat Nabi Muhammad tengah menyendiri pada sebuah gua yang bernama Gua Hira.

Pada waktu itu Malaikat Jibril datang dan langsung menyampaikan wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad, yaitu sebuah pedoman hidup dan penuntun bagi umat manusia, yaitu Alquran. Momen tersebut terjadi bertepatan dengan bulan Puasa -- yang tentunya merupakan bulan yang suci dan penuh berkah.


Arti sesungguhnya dari Nuzulul Quran

Sebagai umat Islam, kita harus bisa memaknai arti sesungguhnya dari Nuzulul Quran (Turunnya Alquran). Nuzulul Quran bukan sekedar 'peristiwa' saja, melainkan juga ada makna yang terkandung di dalamnya -- yakni kumpulan firman Allah SWT kepada seluruh umat manusia -- sebagai pedoman dan tuntunan hidup di dunia.

Kita sebagai umat Islam seyogyanya harus bisa meneladani apapun yang ada di dalam Al Quran, dengan cara mempelajari Al Quran, membaca Al Quran, mengamalkan Al Quran, sampai mentadaburkan Al Quran.

Pada dasarnya, isi yang terkandung di dalam Al Quran meliputi segala sendi kehidupan manusia di dunia. Bahkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesehatan pun juga ada di dalam Al Quran. Jadi, tak ada yang perlu diragukan lagi dari kitab penuntun umat manusia itu.

Pada dasarnya, Nuzulul Quran merupakan sebuah bukti nyata bahwa antara Al Quran dan Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang tak bisa dipisahkan. Bahkan banyak hadits sahih yang menyebutkan bahwa akhlaknya Nabi Muhammad SAW adalah Al Quran.

Maka dari itu, sudah seharusnya kalau malam Nuzulul Quran bukan sekedar 'peringatan akan sebuah peristiwa'. Arti sesungguhnya dari malam tersebut adalah agar kita selalu berpedoman pada Al Quran dan tetap memperingati Nuzulul Quran. Tujuannya agar hidup kita tidak tersesat dan melenceng dari jalan kebaikan.

Semoga bermanfaat! (fa)


(Sumber referensi: INDOBERITA.com)

Baca Juga