Skip to main content

4 Keunikan Project Triology Music Dibandingkan Project Musik Lainnya

Telah hadir, sebuah project musik di Indonesia, dengan nama Triology Music. Project musik yang berisikan 4 buah lagu ini konon memiliki keunikan tersendiri -- yang membuatnya 'berbeda' dibandingkan project musik lainnya.

Lantas, apa saja keunikannya?

Berikut ini ada 4 keunikan project Triology Music yang tak akan kamu temukan di project musik lain, antara lain:


keunikan project triology music dibandingkan project music lainnya
Dhini Dhamayanti, singer di Triology Music


1. Berisi beberapa personil, namun bukan band

Tidak seperti project music lainnya yang berbentuk band, Triology Music sifatnya adalah project yang terdiri dari 3 personil -- namun bukan band. Di sini hanya ada 1 penyanyi, sedangkan 2 personil lainnya berada di 'balik layar'.

Adapun 3 anggota yang terlibat di project Triology Music terdiri dari:

- Singer bernama Dhini, 
- Pencipta lagu bernama Ajie Fabregas
- Manager bernama Imam Nino.


2. Judul dari keempat lagu berupa singkatan

Project Triology Music merupakan project mini album dengan total 4 buah lagu. Judul-judul lagunya sangat unik, inovatif dan beda dari project musik lainnya.

Berikut ini 4 judul lagu di project Triology Music, antara lain:

1. BISA (Bahagia Itu Seperti Apa)
2. JIKA (Jalinan Indah Kau dan Aku)
3. SATU (Semua Angan Tercipta Untukmu)
4. HATI (Haruskah Aku Terima Ini).

Sangat unik, bukan?


3. Semua lagu kalau digabungkan akan membentuk 1 cerita utuh

Berbeda dengan project musik lainnya yang antar 1 lagu dengan lagu lainnya tidak saling 'terikat', lagu-lagu di Triology Music kalau digabungkan akan membentuk 1 cerita utuh. Jadi 'cerita' lagu pertama bersambung hingga lagu keempat.


4. Genre musik bergenre I-Pop (Indonesian Pop)

Triology Music diketahui memiliki genre yang mengandalkan nada-nada minor -- namun tak seperti lagu-lagu Melly Goeslaw yang terlalu minor.

Adapun genre dari lagu-lagu Triology Music memiliki nama i-Pop (Indonesian Pop). Jadi semacam identitas bagi musik Indonesia, seperti halnya K-Pop di Korea Selatan, dan J-Pop di Jepang.

Kenapa mereka memilih genre yang agak minor?

Jawabannya, karena mereka berharap lagu-lagu di Triology Music bisa menjadi soundtrack film ataupun sinetron. Saat ini tren lagu-lagu OST (Original Soundtrack) tampaknya lebih mengarah ke lagu-lagu bernada minor. Sebagai contoh, silahkan dengarkan lagu OST sinetron-sinetron seperti Cinta yang Tertukar, Anugerah Cinta, Nacita, Anak Jalanan, dan lain sebagainya.

Bagi yang berkenan, silahkan dengarkan 4 lagu yang ada di Triology Music di  >> Reverbnation.com/triology4


Itulah dia 4 keunikan dari Triology Music, project musik yang unik, inovatif, dan 'beda' dari project musik lainnya. Selamat mendengarkan lagunya, berikan penilaian kamu di kolom komentar, dan share postingan ini di akun-akun media sosial kamu.

Selamat mendengarkan lagu-lagu dari Triology Music! (af)

Baca Juga
Promosikan karyamu (gratis)