--> Skip to main content


Fakta dibalik Mitos Printer Laser Mulitfungsi yang Jarang Orang Tahu!



Perkembangan teknologi printer saat ini semakin pesat. Hal ini terbukti dari banyaknya merk printer terbaik yang mulai menyisipkan beragam teknologi canggih dalam printer buatannya. Salah satu jenis printer yang cukup menyita perhatian, khususnya untuk urusan perkantoran yakni printer laser multifungsi.

Sebagaimana namanya, ‘multifungsi’, maka printer inipun memang memiliki fungsi yang beragam. Tak hanya sekedar digunakan sebagai alat pencetak saja, namun printer multifungsi ini juga bisa digunakan sebagai scanner, fotokopi dan lain sebagainya. Untuk masalah harga sendiri, harga printer laser cenderung mahal jika dibandingkan dengan printer inkjet, namun tentunya tergantung dari fitur dan juga kecepatan cetaknya. 


Mitos dan Fakta Printer Jenis Laser yang Jarang Diketahui

Seperti yang disebutkan diatas, printer laser bisa dibilang menjadi primadona bagi urusan kantor. Apalagi untuk printer jenis multifungsi. Namun dengan banyaknya peminat printer jenis laser ini, maka banyak pula anggapan atau mitos yang tidak sesuai dengan fakta. Dikutip dari laman ofiskita.com, berikut ini beberapa fakta dibalik mitos printer laserjet: 


1. Penggunaan cartridge tidak asli atau refill mampu merusak printer

Ketika membeli sebuah printer, mayoritas akan bertanya apakah toner printer bisa diisi ulang atau tidak. Hal ini karena harga cartridge original yang cukup mahal sehingga merekapun mencari berbagai macam cara, dan salah satunya dengan menggunakan cartridge refill. 

Sayangnya penggunaan sembarangan cartridge refill memang benar-benar mampu merusak printer. Salah satu alasannya karena serbuk toner yang ada dalam cartridge original memiliki kualitas yang tinggi. Berbeda dengan serbuk toner pada cartridge refill yang kebanyakan berkualitas rendah. 


2. Sisa toner bisa difungsikan 

Dari sebuah cartridge nantinya akan keluar sampah yang disimpan dalam waste bin. Nah, toner yang ada dalam sampah ini sekilas tidak ada bedanya dengan serbuk toner baru. Karena itulah tak jarang yang memasukkannya kembali kedalam cartridge agar tidak mubazir, dan bisa lebih hemat. 

Faktanya, meski secara fisik masih nampak bagus, namun sebenarnya dalam kandungan serbuk sampah tadi tentu berbeda dari aslinya. Perlu diketahui, bahan dari serbuk toner yakni bahan pembawa zat aditif dan resin polimer. Ketika dicetak, maka bahan resin polimer inilah yang keluar sedangkan zat pembawanya akan masuk kedalam waste bin. 

Jika toner lama ini dicampurkan dengan toner baru, tentu akan berdampak pada kualitas cetakan. Selain itu jika dilakukan terus menerus bisa jadi memperpendek usia cartridge. 


3. Cetakan yang mahal

Jika dibandingkan dengan jenis printer lain, jenis printe laser jet memang memiliki hasil cetakan yang paling tahan lama, bagus dan cepat. Karena hal itulah kebanyakan orang berfikiran jika mencetak menggunakan printer laser lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan printer lainnya. 

Anggapan diatas tentu keliru. Harga yang mahal ini setara dengan hasil yang didapatkan sehingga bisa dikatakan justru lebih ekonomis. 


4. Harga printer laser yang mahal

Faktanya harga printer laser memang mahal dibandingkan dengan printer jenis lainnya, apalagi untuk jenis printer laser multifungsi. Namun jika dilihat dari ketahanannya, maka printer laser adalah pemenangnya. 

Umumnya printer inkjet akan bertahan selama 2 tahun, sedangkan untuk printer laser mampu bertahan selama 5 tahun tanpa harus berganti partisi. Jika dilihat dari sisi ini sudah tentu nampak sangat ekonomis bukan?


Itulah sedikit ulasan terkait dengan fakta dibalik mitos printer laser. Dari ulasan diatas, apakah Anda makin berminat membeli printer laser multifungsi? Jika iya, kami rekomendasikan merek Brother untuk Anda.


Baca Juga