Skip to main content

3 Langkah Keliru yang Dilakukan Penyanyi / Musisi Pendatang Baru

Industri musik Indonesia semakin terpuruk saja. Hal itu tak lepas dari kemajuan era digital yang membuat pembajakan kian merajalela. Hal itu berdampak pada tutupnya sejumlah toko kaset CD original, lantaran begitu mudahnya mendownload lagu di internet. Alhasil, musisi dan penyanyi pun kesulitan untuk mendapatkan penghasilan dari penjualan lagu mereka.

Seiring waktu berjalan, solusi pun datang dari penyedia layanan RBT dan NSP yang disediakan operator seluler. Meskipun sedang menurun, namun masih ada saja orang-orang yang mengaktifkan RBT dan NSP dari musisi / penyanyi idola mereka. Selain itu, keberadaan situs penjualan lagu seperti iTunes juga turut membantu mendongkrak penghasilan seorang musisi.

Terlepas dari dinamika dunia musik, di sini kita akan membahas tentang eksistensi penyanyi / musisi pendatang baru di dunia musik Indonesia. Menurut pengamatan kami, ada saja penyanyi / musisi baru yang melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sungguh keliru. Apalagi musisi tersebut masih berjalan secara bootstrapping, alias tanpa sponsor / produser, namun sudah melakukan langkah-langkah yang salah.

Seperti apakah langkah-langkah yang dimaksud?


langkah keliru yang dilakukan penyanyi musisi pendatang baru
Ilustrasi dari Pixabay


Langsung saja, berikut ini 3 langkah keliru yang dilakukan sebagian besar penyanyi / musisi pendatang baru di Indonesia, diantaranya:



1. Belum terkenal sudah langsung 'jualan' (CD, RBT, NSP dan iTunes)

Hal seperti ini yang paling sering admin temui, di mana ada musisi / penyanyi yang baru launching -- tapi langsung 'jualan' lagu. Jualan di sini ada yang dalam bentuk CD, RBT, NSP dan iTunes.

Pertanyaannya sekarang, siapa yang mau beli?

Jangankan berbayar, download gratis aja orang-orang mikir 2 kali. Hal itu disebabkan karena si penyanyi belum 'punya nama', belum dikenal luas, fansnya baru beberapa orang dan lain sebagainya. Alangkah baiknya agar promosikan diri dulu sampai benar-benar viral dan dikenal luas, baru berpikir untuk 'jualan'.


2. Terlalu fokus pada hal-hal teknis dan mengabaikan strategi 'marketing'

Di era sekarang, hal-hal teknis seputar musik memang penting. Namun jauh lebih penting adalah strategi marketing dari project musik tersebut.

Admin sering menjumpai musisi yang sangat detail dalam hal teknis musik, alias perfeksionis. Salah sedikit saja, dia memperbaikinya agar bisa sempurna. Namun ketika bicara seputar marketing, strateginya terlalu konvensional alias ketinggalan jaman. Alhasil, karya mereka yang luar biasa harus 'tenggelam sebelum terbit'.

Sesungguhnya di seluruh Indonesia ada ribuan musisi dengan kualitas musik (teknis) yang luar biasa. Namun mereka mengabaikan strategi pemasaran, sehingga banyak yang tidak tahu dengan talenta dan 'kemampuan teknis' mereka. Apalah artinya punya 'berlian' tapi tak dipajang di 'pameran'. Tentunya orang-orang tak akan tahu keberadaan 'berlian' tersebut, apalagi 'membeli'nya.


3. Mudah menyerah

Persaingan yang semakin ketat, memungkinkan banyaknya musisi yang bersaing untuk mendapatkan 'jatah popularitas' yang slotnya sangat sedikit. Alhasil bagi yang mentalnya lemah, dia akan mundur dari persaingan dan membiarkan dirinya menjalani rutinitas seperti biasa.

Sebaliknya, bagi yang pantang menyerah -- mereka akan terus berjuang sampai 'titik darah' penghabisan. Mereka akan mencari peluang di sana sini, ikut event sana sini, promosi sana sini, loby sana sini dan lain sebagainya. Mereka-mereka inilah yang nantinya akan menuai hasil dari kerja keras mereka yang 'tak terbatas'.


Menjadi penyanyi / musisi terkenal memang sangat didambakan banyak orang. Namun proses menuju ke sana sangatlah berat dan penuh perjuangan. Untuk itu, jangan pernah berhenti berjuang, sebelum kamu menuai hasil. Selain itu, ingatlah kata-kata Bung Karno yang isinya:

"Bercita-citalah setinggi langit. Apabila gagal, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang.."

Selamat berjuang! (af)


Kamu ingin menjadi seorang artis atau public figure? Silahkan kamu baca:

5 Syarat untuk menjadi seorang artis

Baca Juga
> Jual eBook bisnis online kekinian Rp25.000, bisa bayar via pulsa [LIHAT]